Kemarau Panjang Jadi Berkah Bagi Petani Brambang, Hasilnya Mencapai Ratusan Juta

by | Jul 30, 2020 | Headline, Rakyat Kecil | 0 comments

Bawang merah atau yang biasa disebut Brambang Budidaya bawang merah atau brambang menjadi salah satu peluang usaha tani yang cukup menjanjikan. Jenis umbi yang dijadikan sebagai bumbu dapur ini selalu dibutuhkan masyarakat, sehingga permintaan pasar pun selalu ada untuk tanaman yang satu ini. Bawang merah bisa dijual di daerah mana saja baik di daerah desa maupun perkotaan.

Salah satu petani bawang merah di Padukuhan Karangsari, Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Yanto, sukses panen raya bawang merah. Tak main-main dalam 1 tahun penghasilannya bisa tembus ratusan juta rupiah.

“Panen terakhir kemarin dibeli pedagang dari Bantul dengan model tebas, laku 60 juta. Ini saya nekat lakukan eksperimen tanam bawang merah 4 kali setahun. Dan sekarang ini tanam yang ketiga. Kalau umumnya setahun 2 kali,” kata Yanto.

Jenis bawang merah yang ia tanam merupakan varietas Tanjuk, dari Nganjuk, Jawa timur dengan harga kisaran 52 ribu per kilogram. Sebanyak dua kuintal benih ia tanam di lahan seluas kurang lebih 1 hektar.

“Kalau kendalanya ya kalau hujan. Petani bawang merah itu justru seneng kalau musim kemarau karena airnya bisa diatur. Kalau cuaca semakin panas hasilnya akan semakin bagus,” tutur Yanto.

Pengakuan Yanto, jika dihitung pengeluaran biaya pembelian benih dan biaya perawatan pada musim panen kali ini habis sekitar Rp 14 juta. dengan demikian ia bisa meraup keuntungan 46 juta sekali panen.

Kalau panen 4 kali selama satu tahun, kan total keuntungannya bisa 180 juta per tahun,” tegas dia.

Percobaan Yanto menanam 4 kali dalam satu tahun terinspirasi dari petani di wilayah Nganjuk. Di sana, kata yanto, petani panen bawang merah 1 tahun 4 kali.

Dari situ kemudian Yanto bertekad untuk mencoba, harapannya jika berhasil petani lain bisa mengikuti. Dengan begitu maka produksi yang dihasilkan petani bawang merah di Karangrejek bisa meningkat.