Kluthik, Gambaran Kondisi Pelaku Seni Ditengah Pandemi Covid-19

by | Jul 30, 2020 | Berita Terpopuler, Rakyat Kecil | 0 comments

Kluthik, begitu kata yang digunakan di kalangan para pelaku seni sebagai istilah pengganti yang menggambarkan nasib dunia seni di tengah masa Pandemi Covid-19. Biasanya setelah bulan puasa, para pelaku seni banjir job namun saat ini justru banyak pembatalan job.

Pernyataan itu disampaikan oleh seorang seniman, Wening Susilo saat berdiskusi dengan Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Kebudayaan di Bangsal Sewoko Projo.

Wening mengatakan, seniman identik dengan sebuah karya yang kemudian disajikan di panggung seni untuk dinikmati dan disaksikan orang banyak. Namun hal itu menjadi sesuatu yang harus dihindari saat pandemi ini. Dengan demikian, karya tersebut tidak ada sehingga merembet terhadap keadaan ekonomi.

“Situasi ini tidak diperkirakan oleh para pelaku seni, sehingga memang tidak ada persiapan untuk menghadapi ini (pandemi Covid-19). Karya yang tidak mendapat ruang itu kegelisahan seniman saat ini,” kata Wening Susilo.

Sementara itu, pernyataan pemerintah melalui Dinas Kebudayan, Agus Kamtono menyampaikan, pertunjukan seni disaat masa adaptasi kebiasaan baru akan digelar namun dengan cara virtual. Hal itu juga sudah banyak dilakoni oleh para pelaku seni saat ini.

“Pelaksanaanya pun harus menerapkan protokol kesehatan, minimal cek suhu tubuh. Kalau terdapat suhu tubuh 38 derajat, meskipun dia pelaku utama, tetap tidak bisa mengikuti,” kata Agus Kamtono.

Lanjutnya, pertunjukan seni yang mengumpulkan banyak orang belum akan digelar selama di Gunungkidul masih terjadi klaster baru penularan Covid-19. Sebagai informasi, istilah new normal saat ini oleh pemerintah telah diganti dengan sebutan Adaptasi Kebiasaan Baru.