Ribuan Wisatawan Serbu Pantai Baron dan Kukup di Gunungkidul

by | Jul 31, 2020 | Informasi Pilihan, Pariwisata | 0 comments

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul melakukan uji coba pembukaan di Pantai Baron dan Pantai Kukup. Ribuan pelancong berbondong-bondong mengunjungi kedua pantai tersebut. Kendati demikian, penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di kedua pantai itu termasuk berjalan lancar. Pasalnya hanya sedikit wisatawan yang tidak mengindahkan protokol tersebut. Pantauan kami, tampak wisatawan yang mengendarai motor tengah mengantri di pintu masuk tempat pemungutan retribusi (TPR) Baron. Mereka menunggu giliran untuk masuk ke kawasan pantai Gunungkidul. Terlebih, setiap wisatawan yang masuk harus menjalani pengecekan suhu oleh petugas. Tak hanya itu, wisatawan juga wajib menunjukkan identitas diri dan nantinya dicatat oleh petugas di dalam sebuah buku. Dalam catatan itu berisi nama, alamat, suhu dan nomor telepon wisatawan. Sesampainya di pantai Kukup, wisatawan lantas diwajibkan petugas mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke pantai. Suasana di pinggir pantai Kukup cukup ramai, begitu pula di pantai Baron.
Tampak beberapa wisatawan tengah bersantai di pinggir pantai dengan menggunakan masker dan beberapa wisatawan lainnya tampak asyik bermain air. Terdengar pula beberapa kali Tim SAR memberi himbauan melalui pengeras suara agar wisatawan menaati protokol kesehatan. Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul, Surisdiyanto, menjelaskan sejak pagi hingga siang hari tercatat ada ribuan wisatawan yang memadati pantai Kukup. Menurutnya, jumlah tersebut akan terus bertambah. “Untuk jumlah pengunjung saat uji coba new normal hari pertama ini hampir seribuan ya,” katanya saat ditemui di pantai Kukup, Kelurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul Karena itu, Tim SAR melakukan pemantauan terhadap wisatawan, khususnya dalam hal penerapan protokol kesehatan. Bahkan, pihaknya mewajibkan setiap pengunjung untuk cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke pantai Kukup. “Jadi, wisatawan harus mematuhi protokol (COVID-19) seperti cuci tangan di setiap titik dan memakai masker. Tapi hari pertama ini masih ada wisatawan atau pengunjung yang tidak maskeran dan langsung kita imbau tadi,” katanya. Salah satu pengunjung pantai Kukup, Rosid (26), mengatakan bahwa dia sengaja datang ke pantai karena kangen dengan suasana pantai. Bahkan, dia mengaku sempat kecele saat mengunjungi pantai di Gunungkidul. “Saya sudah dari dulu ingin ke pantai, terus dapat info tanggal 22 (Juni) buka dan pas saya sampai di pantai ternyata belum buka. Terus dapat info di internet kalau hari ini mulai buka dan saya langsung ke Baron terus ke sini,” kata dia. Warga Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta ini melanjutkan, bahwa dia merasa senang dengan kembali dibukanya pantai. Mengingat dia lama tidak liburan. “Saya jujur refreshing mas, karena lama tidak liburan dan kebetulan hari ini pas libur juga,” kata dia. Sebelumnya, Dispar Kabupaten Gunungkidul berencana untuk melaksanakan uji coba di pantai Baron dan pantai Kukup pada tanggal 24 Juni. Nantinya, Dispar membatasi 7000 wisatawan di 2 pantai tersebut. “Rencana (uji coba pembukaan pantai Baron dan Kukup) tanggal 24 (Juni),” kata Sekretaris Dispar Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono. Dalam uji coba tersebut, Hary mengatakan jika telah menyiapkan berbagai standar operasional prosedur (SOP) bagi wisatawan dan pelaku wisata. Salah satu SOP itu antara lain pembatasan jumlah pengunjung selama uji coba yang berakhir pada tanggal 30 Juni. “Ya nanti ada pembatasan pengunjung, jadi untuk di pantai Baron dan Kukup itu hanya boleh untuk 7000 orang. Jadi kapasitas 7000 orang itu untuk 2 pantai ya,” kata dia. Guna memastikan tidak adanya kelebihan pengunjung saat uji coba, Hary mengaku mengandalkan pendataan di tempat pemungutan retribusi (TPR). Nantinya, jika sudah melebihi kapasitas maka tidak ada lagi pengunjung yang diperbolehkan masuk. Tak hanya itu, untuk jam berkunjung saat uji coba dibatasi sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Semua itu untuk memudahkan pemantauan wisatawan yang berkunjung ke pantai Baron dan pantai Kukup saat uji coba. “Nanti pengendaliannya kita pakai karcis retribusi, jadi kalau sudah penuh (mencapai 7000 orang) ya tidak boleh masuk,” dia menjelaskan.