Sektor UMKM Mulai Terdampak Pandemi Korona

by | Jul 30, 2020 | Headline, UMKM | 0 comments

Pemkab Gunungkidul masih melakukan pendataan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi virus corona. Melalui Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul, nantinya situasi dan kondisi tersebut akan ditindaklanjuti. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gunungkidul, Widagdo mengatakan, dari hasil pendataan awal hampir semua sektor terdampak, baik olahan makanan, kerajinan, jasa maupun perdagangan. Akibatnya terjadi gelombang penghentian hubungan kerja (PHK) dan pekerja dirumahkan. “Semoga kita semua segera keluar dari situasi dan kondisi seperti ini,” kata Widagdo kemarin . Di antara usaha kecil dan menengah yang sangat terpukul dengan situasi dan kondisi saat ini adalah usaha di objek wisata dan sekolahan. Meskipun nekat beraktivitas, akan tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan. “Dampak covid-19 terhadap pendapatan UMKM, secara umum pendapatan UMKM di kabupaten Gunungkidul menurun,” ujarnya. Dia menjelaskan, dampak virus korona mempengaruhi beberapa aspek diantaranya ketersediaan bahan baku terbatas, terjadi kenaikan harga bahan baku, pemasaran turun, hingga terjadi perumahan dan pemberhentian tenaga kerja. “Tentang PHK lebih tepat dikonfirmasi ke nakertran (dinas tenaga kerja). Kebetulan kami belum punya (data),” ucapnya. Widagdo mengungkapkan, jumlah UMKM yang tercatat di Gunungkidul sebanyak 22.623 unit, terdiri dari usaha mikro berjumlah 20.928, usaha kecil 1.664 unit dan usaha menengah ada 31 unit. Disinggung mengenai program pendampingan, pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail. “Senin depan langkah-langkah baru bisa kami sampaikan supaya lengkap,” terangnya. Sementara itu, seorang perajin tempe di Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Giman mengaku usahanya terdampak Covid-19. Selama ini hasil usaha dibawa ke pasar, sementara pembelinya berkurang. “Karena dampaknya luas tidak hanya usaha saya, mau bagaimana lagi terpenting jaga kesehatan,” kata Giman.