Sukacita Pedagang karena Pantai Gunungkidul Dibuka Lagi

by | Jul 30, 2020 | Informasi Pilihan, Rakyat Kecil | 0 comments

Uji coba pembukaan dua pantai di Gunungkidul menjadi angin segar bagi para pedagang, mengingat mereka kembali mendapat pemasukan setelah 3 bulan tutup. Meski sudah buka kembali, para pedagang menerapkan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat. Pantauan kami di pantai Kukup, kelurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul tampak beberapa pedagang makanan, minuman, ikan hingga souvenir mulai membuka lapaknya kembali. Tampak pula mereka mengenakan masker, face shield hingga sarung tangan saat melayani pembeli. Selain itu, di depan setiap warung terdapat tempat cuci tangan menggunakan air dan sabun. Kursi di warung makan juga diatur jaraknya, meski beberapa wisatawan ada yang tetap duduk dengan jarak dekat karena kondisi warung yang sempit dan minimnya kursi. Salah satu pedagang di pantai Kukup, Marsidah (37), merasa bersyukur dengan adanya uji coba pembukaan pantai. Mengingat selama tiga bulan dia menutup warungnya. “Dengan adanya wisatawan datang lagi ya sangat senang karena akhirnya bisa berjualan lagi. Karena selama 3 bulan kemarin saya tutup warung dan penghasilannya hanya dari menjual daun pandan,” katanya di Pantai Kukup, Gunungkidul.
Meski buka kembali, dia menyebut menerapkan protokol pencegahan COVID-19 di warungnya. Hal itu untuk mencegah penyebaran COVID-19 di pantai Kukup. “Kalau protokol itu (COVID-19) ya jelas saya terapkan, wong sebelum masuk warung saja pengunjung saya suruh cuci tangan dulu. Selain itu saya juga pakai APD (alat pelindung diri) saat melayani mereka,” ujar dia. Pedagang lainnya, Yahmi (45), juga merasa senang dengan kembali adanya uji coba pembukaan pantai. Namun, dia belum memutuskan untuk berjualan kembali “Dengan adanya uji coba ini jelas senang ya mas, karena selama tiga bulan saya tidak ada pemasukan dan penghasilan suami juga tidak tentu,” kata dia.
“Tapi hari ini saya belum jualan, ini baru bersih-bersih lapak dulu dan kalau pengunjung tambah ramai kemungkinan besok mulai buka lagi,” Yahmi menjelaskan. Selain membersihkan lapaknya, Yahmi juga menyiapkan perlengkapan untuk protokol COVID-19. Dia mengaku telah membeli face shield, masker hingga sarung tangan untuk berjualan besok. “Saya juga sediakan tempat cuci tangan di depan (lapak jualan). Jadi yang mau beli harus cuci tangan dulu,” katanya. Terpisah, salah salah satu pedagang makanan dan minuman di pantai Baron, Wasiyem (50) menuturkan bahwa dengan adanya uji coba ini dia mendapat pemasukan. Bahkan, hari ini dia menanak nasi hingga tujuh kilogram. “Biasanya saya masak 5 Kg beras itu sudah baik sekali, tapi hari ini sampai tujuh kilogram beras. Jadi ya sangat terbantu dengan adanya uji coba ini dan menambah pemasukan saya,” ujar dia.